7 Tips Memilih Pisau Survival Yang Tepat


Pisau dalam dunia outdoor dan survival adalah nyawa kedua kita dan teman paling setia yang akan selalu menemani kemanapun kaki melangkah. Untuk itu, sebelum membeli pisau survival, kita harus mempertimbangkannya matang-matang, jangan sampai pisau yang kita beli malah mengecewakan kita disaat sedang dibutuhkan.

Pisau ibarat seorang artis multitalenta, dia bisa melakukan apa saja asal kita tahu cara memanfaatkannya. Hampir seluruh kegiatan outdoor seperti hiking, camping, memancing, berburu, apalagi bushcraft pasti membutuhkan pisau.


Dalam memilih pisau survival yang tepat, kita harus berpatokan pada fungsi dan kegunaannya. Ini karena pisau survival mempunyai berbagai macam bentuk dan variasi.

Ada pisau survival khusus untuk kegiatan bushcraft, ada juga pisau survival yang dikhususkan untuk militer seperti pisau survival taktis dan kombat. 


Baca juga: Perbedaan Pisau Survival dan Pisau Bushcraft

Intinya, semua pisau survival didesain agar dapat digunakan pada beragam situasi dan kondisi. Istilah kerennya 'multipurpose - all around knife'.


Harga dari pisau survival juga beragam, mulai dari yang harganya paling murah, berkisar puluhan ribu rupiah sampai jutaan rupiah.


Pisau murahan biasanya merupakan buatan pabrik. Pisau tersebut diproduksi masal dengan kualitas biasa saja, cenderung buruk, dan rata-rata made in china.


Tapi ada juga pisau buatan pabrik yang harganya mahal, contoh yang sering kita dengar mungkin adalah solingen dan victorinox. Kedua pisau ini diproduksi di pabrik, bukan handmade, tetapi kualitasnya sangat bagus, dengan menggunakan baja-baja pilihan.

Pisau Survival handmade buatan pandai besi asal jepang Kiku Matsuda tipe KM-480 Rimakiri Seki ini harganya sekitar tujuh juta rupiah.

Sementara itu, pisau handmade kualitasnya cenderung bagus karena dibuatnya satu persatu. Yang membuatnya juga bukan mesin, melainkan seorang ahli pandai besi sehingga kualitasnya lebih terkontrol.

Di Indonesia, saat ini pandai besi pembuat pisau jumlahnya semakin banyak. Sobat petualang bisa coba pantengin grup facebook Pisau Indonesia, disitu banyak sekali pandai besi yang menjajakan karya-karya masterpiecenya.

Tapi ya tidak semua pisau handmade mempunyai kualitas bagus, tergantung siapa pembuatnya. Kalau pembuatnya sudah kelas 'master' tentu hasilnya bagus. Beda kalau si pembuatnya masih amatir, pasti pisau yang dihasilkannya juga berkualitas rendah.

Jadi, tidak semua pisau survival buatan pabrik itu jelek, pun juga tidak semua pisau survival handmade berkualitas bagus.


Maka dari itu, supaya tidak bingung, saya akan memberi beberapa tips memilih pisau survival yang terbaik berdasarkan pengalaman saya mengoleksi banyak pisau.



1. Fixed Blade


Fixed blade definisi sederhananya adalah pisau yang tidak dapat di lipat. Ya contohnya pisau dapur, itu merupakan jenis pisau fixed blade.



Kenapa tidak pisau lipat? Pisau lipat itu terdiri dari dua bagian besi yang disatukan oleh sebuah engsel, oleh karena itu pisau lipat sangat rawan patah. Sehingga pilihan terbaik ya pisau fixed blade karena tahan banting dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan, dari yang ringan sampai yang terberat sekalipun.


Memang, pisau jenis fixed blade cukup memakan tempat dan membutuhkan sarung untuk membawanya, tidak seperti pisau lipat yang praktis. Biasanya saya akan membawa kedua jenis pisau tesebut, yaitu pisau fixed blade sebagai pisau utama dan pisau lipat sebagai cadangan.


2. Ukuran


Sangat penting untuk memilih ukuran pisau yang tepat. Baik tepat untuk situasi dan kondisi tertentu, atau yang tepat untuk ukuran tubuh kita. 


Ukuran pisau yang terlalu besar dan berat akan membuat kita kesulitan dalam menyimpan dan membawanya. Selain itu, pisau yang terlalu besar juga sulit digunakan untuk tugas-tugas detil seperti membuat perkakas, menguliti hewan buruan, atau memasak.


Di sisi lain, pisau yang terlalu kecil juga akan membatasi kita dalam melakukan berbagai kegiatan, misalnya seperti memotong kayu dan batoning.


Batoning adalah teknik untuk memotong atau membelah kayu menggunakan pisau. Caranya dengan menancapkan pisau pada permukaan kayu kemudian memukul bagian punggung bilah pisau dengan menggunakan stik atau kayu. Cara ini bisa menjadi alternatif mudah untuk membelah kayu selain menggunakan kapak.


3. Full Tang


Pisau jenis full tang adalah sebuah pisau yang seluruh bagian dari gagang sampai ke bilahnya terbuat dari satu logam utuh. 'Tang' dalam bahasa kita dikenal dengan istilah bantalan pisau adalah untuk menunjukan seberapa jauh bilah pisau masuk ke dalam gagangnya.


Selain full tang, ada juga yang namanya 'partial tang'. Pisau partial tang lebih lemah dari full tang karena gaganya bisa jadi longgar dan goyang, bahkan bisa putus dari bilahnya


Contoh pisau partial tang

Pisau Full Tang, selain lebih seimbang saat digunakan juga memberi kekuatan yang lebih besar saat kita berusaha memotong sesuatu yang keras dengan memberi tekanan pada gagangnya.


Contoh pisau full tang yang handlenya di lepas.

Pisau full tang lebih kuat dan lebih dapat diandalkan karena terbuat dari satu batang logam utuh. Hal ini berperan penting dalam penggunaan berat seperti memotong kayu dan batoning.


4. Mata Pisau Tidak Bergerigi


Sebenarnya ada beberapa pendapat berbeda mengenai pemilihan mata pisau ini, tapi menurut pendapat saya mata pisau yang lurus, rata, dan tidak bergerigi adalah yang terbaik. Kenapa?
  • Lebih mudah saat digunakan untuk batoning dan memahat, menyerut atau membuat perkakas dari kayu
  • Lebih mudah untuk di asah, hal ini sangat penting saat kita berada dalam situasi survival
  • Secara keseluruhan, mata pisau yang datar justru lebih multifungsi

Pisau dengan mata bergerigi memang sangat baik saat digunakan untuk memotong tali atau logam tipis. Tapi itu hanya sebagian kecil dari banyaknya kegiatan survival yang bisa kita lakukan dengan mata pisau yang rata.


Sering kita jumpai pisau dengan mata setengah bergerigi dari ujung gagang sampai ditengah bilahnya. Tapi pisau jenis ini menurut saya sangat tanggung untuk digunakan sesuai fungsinya.

Saat kita menyerut kayu menggunakan pisau, biasanya kita akan menggunakan mata pisau yang paling dekat dengan gagang sementara jempol bertumpu pada punggung pisau. Jika kita menggunakan pisau yang setengah bergerigi tentu akan kesulitan, karena mata bergerigi bukan berfungsi untuk memahat kayu. Begitu juga saat melakukan batoning.

Gerigi pada pisau memang penting, tapi bukanlah sesuatu yang akan kita gunakan setiap waktu. Prioritaskan pada fungsi. Jika kegiatan kita banyak berhubungan dengan memotong tali, maka tidak ada salahnya memilih pisau yang bergerigi. Tapi untuk kegiatan survival secara keseluruhan, mata pisau yang rata jauh lebih berguna.



5. Ujung Mata Pisau


Ujung pisau yang wajib dipilih tentunya adalah yang tajam dan runcing serta multifungsi. Yang paling baik adalah tipe drop point blade, saya kurang tahu istilah lokalnya apa, lebih jelasnya lihat gambar dibawah ini.

Sebenarnya ada banyak sekali jenis ujung mata pisau dan masing-masing punya kegunaannya sendiri-sendiri. Menurut banyak ahli pisau (dan penggemar pisau), tipe drop point, spear point dan straight back lah yang paling sesuai untuk tipe kegiatan survival.

Ujung pisau jenis drop point blade

Hindari memilih ujung pisau yang terlalu melengkung, karena akan mengurangi kemampuan tusukan (stab) pisau. Kenapa? karena kemampuan pisau untuk menusuk sangat penting saat digunakan sebagai senjata untuk berburu, ataupun pertahanan diri dari serangan binatang liar dan manusia.

6. Bahan Pisau

Pisau survival kebanyakan dibuat menggunakan bahan carbon steel atau stainless steel. Carbon steel umunya lebih kuat dan membuatnya cocok untuk melakukan pekerjaan perkayuan. Selain itu carbon steel juga lebih mudah untuk di asah, bahkan sampai benar-benar tajam. Kelemahannya, carbon steel ini cukup mudah berkarat, jadi harus sering-sering dibersihkan dengan minyak agar tidak berkarat.

Sementara itu, stainless steel lebih tahan karat tetapi  materialnya tidak sekuat carbon steel. Stainless steel juga cukup susah untuk diasah menjadi setajam silet. Karena ketahanannya terhadap karat, pisau berbahan stainless steel sangat cocok digunakan pada lingkungan yang basah.

Jadi pilihlah yang sesuai dengan kebutuhan. Tapi, secara pribadi, saya lebih memilih pisau yang berbahan carbon steel karena lebih tangguh dan mudah di asah.

7. Pungung Pisau Datar dan Tumpul

Pilih punggung pisau yang datar dan lurus. Beberapa pisau terdapat ornamen pada punggungnya, hal ini tidak mengapa karena tidak mengurangi fungsinya.

Punggung pisau merupakan bagian belakang pisau yang tumpul. Pilihlah yang punggungnya lurus  sempai ke ujung mata pisau karena bisa digunakan untuk batoning, menyerut kayu (sebagai tumpuan jempol), serta dapat digunakan untuk menyalakan api menggunakan stik fire starter (ferro rod). 

Kesimpulan:

Berbeda situasi survival, berbeda juga kebutuhannya. Tidak ada pisau yang sempurna untuk segala kondisi survival. Maka dari itu, pilihlah pisau survival yang bisa melakukan banyak hal pada lingkungan yang berbeda, alias multifungsi.

Ketahui juga jenis kegiatan dan kondisi lingkungan yang akan kamu hadapi. Secara umum, pisau survival yang terbaik untuk segala kondisi adalah sebagai berikut:

➤ Fixed Blade / bukan pisau lipat
➤ Panjang keseluruhan sekitar 25 cm, jangan terlalu pendek, dan jangan pula terlalu panjang
➤Full Tang, seluruh bagian, dari bilah sampai gagangnya terbuat dari satu besi utuh
➤ Bilah tidak bergerigi
➤ Ujungnya tajam dan runcing tetapi tidak terlalu melengkung, seperti tipe drop point, spear point, atau straight back
➤ Terbuat dari baja karbon / carbon steel


Demikian tips memilih pisau survival, semoga bisa menjadi panduan kamu dalam memilih pisau survival yang tepat untuk segala situasi dan kondisi.


...

Kalian bisa baca-baca puluhan ebook tentang survival dan dunia petualangan luar ruang yang sudah kami kumpulkan disini.

Agar selalu update info terbaru: Follow instagram @indosurvival & Like Fanpage Facebook Indosurvival

7 Tips Memilih Pisau Survival Yang Tepat 7 Tips Memilih Pisau Survival Yang Tepat Reviewed by indosurvival on Juli 15, 2019 Rating: 5

Tidak ada komentar