Cara Menyelamatkan Diri Dari Kebakaran Hutan


Musim panas dengan curah hujan yang sangat minim membuat beberapa kawasan hutan di Indonesia rawan terjadi kebakaran hutan. Baru-baru ini, pada Minggu (28/7/2019), hutan di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) R Soerjo atau lereng Gunung Arjuno terbakar. Alhasil, sebanyak 64 orang pendaki Gunung Arjuno harus di evakuasi dari kebakaran hutan tersebut.


Andaikata kita adalah satu dari 64 pendaki tersebut, apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan diri dari kebakaran hutan?


Strategi menyelamatkan diri saat terjadi kebakaran hutan memang cukup kompleks dan akan berbeda tergantung dari beberapa faktor yaitu: tingkat keparahan kebakaran, jarak dari lokasi kita berada dengan lokasi kebakaran, dan jalur evakusai, cuaca, serta kondisi medan.


Baca juga: Cara Membuat Api Dengan Alat Seadanya Tanpa Korek Api

Berikut adalah panduan cara menyelamatkan diri saat terjadi kebakaran hutan:

1. Lawan arah angin


Umumnya, kebakaran hutan didorong oleh dua faktor, yaitu angin dan kondisi medan. JANGAN mengikuti arah angin berhembus saat mencoba menyelamatkan diri dari kebakaran hutan karena api akan lebih cepat merambat mengikuti arah angin. Cari jalur yang berlawanan dengan arah angin. Kamu dapat mengetahui kemana angin berhembus dengan melihat arah dari asap kebakaran, jika memungkinkan. 


2. Berjalan turun, jangan naik!


Kamu juga harus berjalan turun gunung, jangan naik gunun. Ini dikarenakan massa udara panas yang dihasilkan oleh kebakaran hutan cenderung bergerak naik, sehingga meyebabkan kebakaran hutan biasanya akan merambat ke atas.


Berjalan semakin ke atas juga akan membuatmu kelelahan dan menghambatmu untuk segera di evakuasi. Api juga merambat lebih cepar dari kamu berlari. Dengan berjalan ke bawah atau turun gunung maka kamu juga akan lebih cepat di evakuasi oleh tim penyelamat.


3. Cari area penghalang api


Jika kamu sudah menentukan arah evakuasimu, carilah area yang mempunyai penghalang api alami, area yang minim material mudah terbakar. Area ini dapat berupa area bebatuan, sungai, danau, dan area dengan tingkat kebasahan tinggi.



4. Hindari area terbuka / sabana


Pada umumnya, pohon-pohon besar mempunyai tingkat kelembaban yang lebih besar daripada lapangan sabana yang kering, jadi jika tidak dapat menemukan area dengan penghalang api, maka hindari area terbuka dengan rerumputan dan semak-semak yang kering. Area tersebut sangat berbahaya saat terjadi kebakaran hutan.


5. Jangan adu cepat dengan api


Ketahuailah bahwa api merambat sangat cepat, kecepatannya bahkan bisa mencapai 30 km / jam. Kamu tidak bisa menang jika harus adu cepat dengan api. Untuk itu, cari daerah terdepan / ujung yang sudah terlahap habis oleh api, atau daerah yang sudah hangus. Api tidak akan merambat kedua kali pada daerah yang sudah hangus.


6. Gali parit jika terjebak dan tidak ada jalan keluar


Jika kamu benar-benar terjebak ditengah kebakaran hutan dan tidak mampu menemukan jalan keluar maka hal terakhir yang bisa kamu lakukan adalah bersegera menggali parit atau cerukan tanah. Gali parit pada tanah sehingga tubuhmu bisa masuk kedalamnya dengan kaki menghadap ke arah luar, tutupi badanmu dengan tanah sebanyak mungkin dan tunggu hingga api berlalu.


Demikian panduan untuk menyelamatkan diri dari kebakaran hutan sehingga kita tahu langkah apa yang harus dilakukan jika suatu saat kita terjebak ditengah kebakaran hutan. 


Selalu utamakan keselamatan, selalu cari informasi soal cuaca dan kemungkinan kebakaran pada basecamp pendakian sehingga kita bisa memprediksi dan meminimalisir hal-hal buruk yang mungkin terjadi disela-sela petualangan kita. 

...

Kalian bisa baca-baca puluhan ebook tentang survival dan dunia petualangan luar ruang yang sudah kami kumpulkan disini.


Agar selalu update info terbaru: Follow instagram @indosurvival & Like Fanpage Facebook Indosurvival

Cara Menyelamatkan Diri Dari Kebakaran Hutan Cara Menyelamatkan Diri Dari Kebakaran Hutan Reviewed by indosurvival on Juli 30, 2019 Rating: 5

Tidak ada komentar