Cara Mencegah dan Mengobati Sengatan Lebah di Alam Liar


Salah satu tempat favorit lebah adalah hutan. Kalian pernah minum madu hutan? ya, madu-madu itu diambil langsung dari sarang-sarang lebah yang berada di hutan. Kalau tidak hati-hati saat menjelajah hutan, kita bisa saja tiba-tiba tersengat lebah karena mungkin saat itu kita tidak sengaja mengganggu koloni / sarang lebah tersebut. 

Berbeda dengan lebah besar atau tawon yang mencabut kembali sengatnya setelah menyerang, lebah madu meninggalkan sengat beserta kantung racunnya di tempat yang tersengat. Pada kasus tertentu, seseorang yang terkena sengatan lebah dapat memunculkan luka atau alergi serius dan harus segera mendapatkan bantuan medis.

Lebah ataupun tawon tidak akan iseng-iseng menyengat kita tanpa sebab. Semua kejadian 'tersengat lebah' bisa dipastikan karena kita dengan sengaja maupun tidak sengaja melakukan sesuatu yang mengancam lebah sehingga lebah pun bereaksi melindungi diri dengan menyengat.

Seseorang biasanya hanya mendapat satu atau beberapa sengatan dari seekor lebah. Namun jika menyangkut gangguan yang melibatkan sarang lebah atau jenis lebah tertentu, maka seseorang berisiko terkena sengatan lebah secara berkelompok.

Baca Juga : Cara Mencegah dan Mengobati Gigitan Lintah / Pacet

Kenapa Sengatan Lebah Sakit?
Sengatan lebah terasa sangat sakit dikarenakan kandungan protein pada racun/bisa lebah memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan sel kulit sehingga menyebabkan rasa sakit dan pembengkakan di sekitar area sengatan. Seseorang yang pernah tersengat lebah dan/atau memiliki alergi terhadap racun/bisa lebah akan berisiko mengalami alergi yang lebih berat hingga syok anafilaksis. Anafilaksis adalah sebuah reaksi alergi pada tingkatan yang parah hingga bisa menyebabkan kematian bagi penderita.

Gejala luka sengatan lebah
Pada saat tersengat lebah, kita bisa melihat ada titik putih kecil ditengah bekas sengatan lebah. Gejala sengatan lebah bisa bermacam-macam dan bentuknya tidak selalu sama, mulai dari rasa sakit yang berlangsung sementara hingga reaksi alergi yang serius seperti berikut ini;

  • Rasa sakit / nyut-nyutan saat tersengat lebah bisa berlangsung selama beberapa jam, setelah itu sakit akan mereda perlahan.
  • Muncul bilur merah pada area disekitar sengatan lebah. Pada beberapa kasusu bilur biasanya berwarna merah tua.
  • Area di sekitar sengatan yang akan terlihat sedikit membengkak dibandingkan area lain dan biasanya kembali mengempis setelah beberapa jam. Pembengkakan dapat membesar secara bertahap hingga dua hingga tiga hari ke depan.
  • Jika sengatannya kuat, biasanya reaksinya akan berlangsung sampai satu minggu. Penderita reaksi yang kuat bukan berarti akan mengalami reaski alergi yang parah pada sengatan berikutnya. Walau demikian, biasanya penderita akan mendapat reaski yang sama kuatnya ketika disengat lebah kembali.
Sebagian besar kasus sengatan lebah tergolong ringan dan tidak perlu pertolongan medis  untuk menyembuhkannya. Namun jika seseorang disengat lebah dan menimbulkan reaksi alergi maka sebaiknya harus waspada karena reaksi alergi yang parah dapat berkembang menjadi reaksi alergi anafilaksis yang akhirnya dapat membahayakan nyawa. Segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Gejala alergi yang mungkin dapat memicu anaflaksis antara lain;
  • Reaksi pada kulit berupa biduran yang gatal
  • Kulit yang pucat
  • Pembengkakan lidah dan tenggorokan
  • Sulit bernapas yang bisa diakibatkan oleh pembengkakan pada tenggorokan
  • Denyut nadi yang lemah dan tidak beraturan
  • Tekanan darah yang turun tiba-tiba
  • Mual, muntah, atau diare
  • Pusing atau pingsan
  • Hilang kesadaran

Seseorang yang berulang kali tersengat lebah juga kemungkinan akan merasa sakit akibat penumpukan racun/bisa di dalam tubuh. Begitu juga dengan seseorang yang mendapat sengatan lebah secara bertubi-tubi harus segera dibawa ke dokter. Kondisi ini bisa menjadi kasus gawat darurat terutama pada anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan atau jantung. Gejala yang patut diwaspadai, antara lain:
  • Pusing
  • Merasa seperti berputar-putar atau vertigo
  • Mual, muntah, atau diare
  • Demam
  • Kejang
  • Pingsan
infeksi pada sengatan lebah (sumber foto : beekeeping)

Pertolongan Pertama Pada Sengatan Lebah
Sengatan lebah umumnya tidak perlu diobati sampai harus di bawa ke kllinik / dokter. Namun bila kondisinya parah sampai alergi, atau sengatan terjadi kepada seseorang pernah disengat lebah berkali-kali sebelumnya harus segera diberikan pertolongan medis.

Baca Juga: Kecelakaan Fisik di Lapangan dan Cara Penanganannya

Berikut adalah beberapa langkah pertolongan pertama di rumah untuk kasus sengatan lebah kecil pada tingkatan ringan dan menengah yang bisa diterapkan pada anak-anak;
  • Lebah yang menyengat tidak dapat mencabut kembali alat penyengatnya dari kulit objek sehingga harus segera dicabut dengan kuku ataupun penjepit. Racun/bisa lebah juga dapat masuk ke tubuh dalam hitungan detik.
  • Cuci area kulit yang tersengat dengan sabun.
  • Letakkan kompres dingin pada area yang tersengat.
  • Oleskan krim hidrokortison atau losion kalamin untuk meredakan kemerahan, gatal, atau bengkak.
  • Angkat dan letakkan kaki atau lengan yang terkena sengatan lebah di area yang lebih tinggi dibandingkan tubuh. Lakukan hal ini sambil duduk atau berbaring.
  • Gunakan obat pereda sakit yang dapat dibeli tanpa resep Pilih yang sesuai dengan kondisi usia penderita.
  • Jika gatal sangat mengganggu, minum obat antihistamin untuk meredakannya.
  • Jangan menggaruk area di sekitar sengatan karena dapat menambah rasa gatal, bengkak, serta menyebabkan luka yang terinfeksi.

Pencegahan Sengatan Lebah
Selain racun/bisa, lebah juga meninggalkan zat kimia yang dapat memancing lebah lain ketika menyengat, misalnya lebah madu. Mencegah sengatan lebah bisa dilakukan dengan cara tetap diam dan tenang ketika berada di sekitar lebah yang beterbangan. Tutuplah hidung dan mulut, lalu secara perlahan-lahan tinggalkan area tersebut menuju gedung terdekat atau kendaraan yang tertutup. Mengusir atau bahkan memukuli lebah atau sarang lebah justru akan meningkatkan risiko tersengat. Beberapa langkah lain yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko tersengat lebah adalah:
  • Gunakan sepatu ketika berjalan di luar ruangan.
  • Hindari pakaian yang terlalu cerah atau bermotif bunga karena dapat memancing lebah.
  • Jangan menggunakan pakaian yang terlalu longgar karena lebah dapat masuk dan terperangkap di antara baju dan kulit.
  • Tutuplah tempat sampah serta wadah makanan dan minuman dengan rapat, khususnya yang mengandung gula.
  • Perhatikan piring, wadah makanan, gelas, kaleng minuman, dan sedotan sebelum digunakan.
  • Bersihkan sisa-sisa makanan, sampah, buah, hingga kotoran hewan karena lalat dapat memancing lebah datang.
  • Berhati-hatilah ketika sedang memangkas rumput atau memanen sayuran karena aktivitas ini dapat memancing lebah untuk keluar dari sarangnya.
  • Jika memungkinkan, pindahkan sarang lebah yang ada di sekitar rumah ke lokasi lain yang berjauhan. Lakukan hal ini sambil menggunakan pakaian pelindung.
  • Hindari membuka jendela terlalu lebar ketika sedang berkendara.

Sumber : dr. Marianti (alodokter.com)
Cara Mencegah dan Mengobati Sengatan Lebah di Alam Liar Cara Mencegah dan Mengobati Sengatan Lebah di Alam Liar Reviewed by indosurvival on November 20, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar