Mengenal Dehidrasi, Pencegahan dan Penanganannya Dalam Survival

Mengenal Dehidrasi, Pencegahan dan Penanganannya

Kita tidak asing dengan istilah dehidrasi. Setiap ada yang menyebut kata 'dehidrasi' kita pasti langsung terpikir akan kondisi kehausan, bibir kering, dan warna urin yang menguning. Namun, tahukah kalian bahwa kesalahan fatal kita adalah tidak memikirkan bahwa dehidrasi, menurut data dari WHO (World Health Organization) adalah salah satu penyebab kematian terbesar (sebagai kondisi penyerta) di dunia, terutama pada daerah miskin dan tertinggal. Dehidrasi tersebut sebagai efek tambahan dari penyakit seperti diare, ditambah kondisi kekeringan tanpa adanya sumber air. Di artikel kali ini kita akan mencoba mengenal apa itu dehidrasi beserta cara pencegahan dan penanganannya, terutama yang berkaitan dengan kegiatan survival.

Dalam dunia survival dikenal istilah 'prinsip angka tiga (rules of 3)' dimana prinsip terpenting untuk bertahan hidup adalah ketersediaan air minum yang ditempatkan sebagai prioritas utama sebelum mencari makanan. Kenapa? karena manusia bisa bertahan tanpa makan sampai tiga minggu, tetapi tidak bisa bertahan tanpa minum selama tiga hari. Dari sini bisa kita lihat, betapa pentingnya air bagi tubuh.

Sekitar 60% lebih tubuh manusia terdiri dari air. Agar bisa beraktivitas dengan normal, cairan yang ada di dalam tubuh harus selalu terisi. Bergerak, berolahraga, apalagi melakukan aktifitas di alam seperti mendaki gunung akan banyak menguras cairan tubuh kita. Jika tubuh kehilangan cairan, maka tubuh tidak akan berfungsi dengan baik. Hilangnya cairan dalam tubuh itulah yang disebut dengan istilah dehidrasi.

Fungsi Air Dalam Tubuh Manusia

Saat tubuh terhidrasi dengan baik, kita menjadi lebih bertenaga, tubuh dapat menjaga keseimbang suhunya, sehingga kita dapat beraktifitas dengan lancar dan tanpa hambatan. Secara umum, air yang keluar dari tubuh kita dijabarkan sebagai berikut:
  1. Tubuh kehilangan 600 ml cairan per hari melalui urine
  2. Tubuh kehilangan 400 ml cairan melalui kulit
  3. Tubuh kehilangan 200 ml melalui pernafasan


Ketika tubuh melakukan aktifitas fisik yang berat maka jumlah air yang dikeluarkan juga meningkat. Lalu apa saja tanda-tanda dehidrasi? Tanda-tanda awal dehidrasi adalah:
  1. Mulut kering.
  2. Kelelahan dan tidak bertenaga.
  3. Tidak fokus, linglung, sulit untuk berkonsentrasi.
  4. merasa tegang dan mudah cemas.
  5. Urin berwarna kuning keruh.
  6. Napas memburu.
  7. Jantung berdebar.
  8. Meracau atau menggigau.
  9. Denyut nadi lemah.
  10. Tidak buang air kecil selama lebih dari delapan jam.
  11. Kejang.
  12. Hilang kesadaran. 
Gejala Dehidrasi

Apa bahaya dehidrasi bagi tubuh?

Jika tubuh kekurangan cairan maka kerja organ vital akan terhambat. Dehidrasi ringan biasanya tak begitu berbahaya bagi kesehatan. Akan tetapi, dehidrasi sedang hingga serius sangat berbahaya dan bisa mengancam nyawa kita. Bila kasus dehidrasi tidak segera ditangani, maka bisa menyebabkan hilang kesadaran (pingsan) atau bahkan kematian. Bahaya dehidrasi bagi tubuh adalah sebagai berikut:
  1. Beresiko mengalami gangguan fungsi ginjal dan penyakit batu ginjal.
  2. Menurunkan kapasitas pemompaan jantung
  3. Mengurangi volume darah. Dehidrasi dapat menurunkan volume plasma yang menyebabkan peningkatan ketebalan darah (viskositas) atau darah menjadi tidak encer yang akhirnya menurunkan tekanan darah pada pembuluh darah. Saat tekanan darah berkurang, kerja hati dalam mengembalikan darah ke dalam ventrikel akan lebih berat sehingga mampu merusak kerja organ hati.
  4. Menghambat kemampuan pendinginan tubuh. Saat tubuh kekurangan cairan, maka tubuh akan berusaha menghemat air yang keluar (baik lewat keringat maupun urine). Hal ini menyebabkan suhu tubuh kita terlalu panas yang dapat membuat kita lemas bahkan pingsan.
Baca juga:

Bagaimana Cara Mencegah Dehidrasi?

Cara paling mudah untuk mencegah dehidrasi adalah dengan minum air secara teratur. Saat kita merasa haus, tubuh kita sudah kehilangan 2 % cairan dalam tubuh. Untuk itu minumlah air tanpa menungu haus dan pastikan kamu terhidrasi dengan baik dengan cara-ara berikut ini:
  1. Jika akan melakukan kegiatan fisik, maka minumlah awal sekitar 1 atau 2 jam sebelum melakukan kegiatan.
  2. Minumlah sesering dan seefisien mungkin saat melakukan perjalanan atau pendakian yang panjang.
  3. Tambahkan minuman berenergi untuk membantu memulihkan karbohidrat dan elektrolit.
  4. Minum saat beristirhat, agar cairan tubuh kembali normal dan kita lebih cepat pulih dari rasa capek.
  5. Cek warna urine, saat kita kekurangan cairan tubuh maka warna urine cenderung gelap dengan volume urine sedikit.
Saat melakukan perjalanan panjang, selalu tempatkan botol air minum di tempat yang terjangkau agar kita tidak merasa malas untuk meminum air. Saat kita sudah terlanjur mengalami dehidrasi, maka minum air putih saja tidak cukup unutk menggantikan kehilangan keringat . Kita perlu menambahkan sedikit garam atau membuat oralit agar tubuh dapat cepat kembali terhidrasi.


Bagaimana Cara Mengobati Dehidrasi?

Pengobatan utama untuk dehidrasi ringan adalah dengan mengganti cairan dan mineral yang hilang dengan cara minum banyak air atau jus buah yang encer. Minuman manis bisa membantu menggantikan gula yang hilang, sedangkan camilan asin bisa menggantikan garam atau natrium yang hilang. 

Oralit juga bisa digunakan untuk mengobati dehidrasi. Ketika kita mengalami dehidrasi, tubuh akan kehilangan gula, garam, dan cairan. Meminum oralit bisa mengembalikan keseimbangan kadar zat tersebut di dalam tubuh. Ada banyak produk oralit yang bisa dibeli secara bebas.

Anak-anak dan orang dewasa yang mengalami dehidrasi berat harus segera ditangani oleh petugas medis di rumah sakit, dan kemungkinan, kondisi ini akan memerlukan rawat inap. Pasien bisa menerima gula, garam, dan cairan melalui infus. Infus merupakan cara yang cepat dan efektif dalam mengembalikan kadar cairan dan mineral tubuh ke tingkat yang normal karena langsung menginjeksi cairan tersebut ke dalam tubuh.

Untuk itu, jagalah tubuh kamu agar selalu terhidrasi dengan baik, karena jika kondisi dehidrasi sudah parah, maka akan cukup sulit untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang tanpa pertolongan petugas medis rumah sakit. 
...

Kalian bisa baca-baca puluhan ebook tentang survival dan dunia petualangan luar ruang yang sudah kami kumpulkan disini.

Agar selalu update info terbaru: Follow instagram @indosurvival & Like Fanpage Facebook Indosurvival




Mengenal Dehidrasi, Pencegahan dan Penanganannya Dalam Survival Mengenal Dehidrasi, Pencegahan dan Penanganannya Dalam Survival Reviewed by abesagara on Mei 09, 2020 Rating: 5

Tidak ada komentar