Cara Menguji Apakah Tanaman Liar Bisa Dimakan


Selain mengetahui ciri-ciri tanaman beracun, kita juga perlu melakukan pengujian terlebih dahulu terhadap tanaman liar yang akan kita konsumsi, apakah aman untuk dimakan atau tidak.

Cara pengujian kelayankan konsumsi tanaman liar ini menggunakan cara raba, bau, dan rasa. Jadi kita harus mengetesnya, salah satunya dengan mengunyahnya dalam mulut.

Peringatan: Metode pengujian ini harus dilakukan jika keadaan benar-benar darurat. Hindari menguji dengan metode ini tanpa perencanaan hati-hati.

Alangkah baiknya kamu pelajari dulu informasi mengenai tumbuhan layak makan yang ada di daerah masing-masing. pelajarilah mengenai flora dan fauna lokal, dan bawa buku panduan atau kunci taksonomi untuk membantu kamu mengidentifikasi tanaman.



Ingatlah pada pedoman Rules of 3 Dalam Survival, bahwa tubuh manusia dapat bertahan tanpa makan hingga 3 minggu. Jika kamu tidak yakin akan tanaman tersebut, maka lebih baik kelaparan dan cari makanan lain daripada keracunan.

Berikut cara menguji apakah tanaman layak dimakan atau tidak:

1. Cari tanaman yang berlimpah



Poison oak / Ek beracun, jenis ek yang ada di Indonesia adalah tanaman mempening dan pasang jambe.
Kamu tidak ingin setelah menguji tanaman dan dinyatakan layak makan, tapi ternyata tanaman tersebut hanya sedikit ketersediaannya di alam, percuma kan kalau kamu kelaparan lagi dan harus menguji tanaman lain.

2. Tidak makan selama 8 jam, kecuali air putih


Selama 8 jam sebelum memulai pengetesan, jangan makan dan minum apapun kecuali air putih yang telah dimurnikan. Hal ini bertujuan agar indera perasa pada lidah lebih peka, dan berguna agar tubuh kamu terdetoksifikasi sebelum mencoba tanaman yang kita tidak tahu beracun atau tidak.


3. Pisahkan tamanan menjadi beberapa bagian. 




Beberapa bagian tanaman ada yang bisa dimakan dan ada juga yang beracun. Untuk mengujinya, pisahkan daun, tangkai dan akar untuk menguji tiap bagian secara terpisah.


Setelah dipisahkan per bagian, periksa dulu apakah ada parasit yang bersemayam didalamnya. Jika menemukan cacing atau serangga kecil, maka ganti sample dengan yang baru. Adanya cacing atau serangga menandakan bahwa tanaman tersebut busuk.


Bonusnya, jika kalian menemukan larva di dalam tanaman, maka kamu bisa memakan larva tersebut. Walaupun rasanya agak asam dan berpasir namun kaya protein.


Perhatian: Untuk langkah selanjutnya,  lakukan pengujian satu persatu pada tiap bagian tanaman.


4. Lakukan kontak langsung dengan kulit




Tanaman yang beracun ketika bersentuhan dengan kulit akan menyebabkan reaksi. Gosokkan bagian tanaman pada bagian dalam siku atau pergelangan tangan anda. Gosok dengan kuat sampai getahnya meyentuh kulit, kemudian diamkan selama 15 menit.


Jika tanaman menyebabkan reaksi (peradangan, gatal, ruam, dll) selama 8 jam berikutnya, maka hentikan pengujian karena bagian tanaman tersebut positif beracun.


5. Masak porsi kecil dari bagian tanaman tersebut




Beberapa tanaman hanya beracun jika mentah, jadi bagusnya masak dahulu bagian tanaman tersebut dalam porsi kecil sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya. Tetapi jika tidak memungkinkan untuk memasaknya, maka uji secara mentah.


6. Uji tanaman di dalam mulut


Pengujian pada langkah ini mulai berbahaya karena beresiko memasukkan racun ke dalam tubuh, sehingga lakukanlah dengan hati-hati dan berurutan sesuai langkah dibawah ini.


- Tempelkan porsi kecil tanaman yang sudah dipersiakpan ke bibir kamu selama 3 menit. Jangan letakkan di dalam mulut. Jika setelah 3 menit bibirmu merasa terbakar, geli, gatal, atau reaksi lainnya, maka hentikan. Jika tidak ada reaksi, lanjutkan ke langkah berikutnya.




- Letakkan porsi kecil bagian tanaman pada lidah. Pegang tanaman pada lidah tanpa mengunyah selama 15 menit. Hentikan pengujian jika Anda reaksi. Lanjutkan jika tidak ada reaksi.




- Kunyah tanaman dan diamkan dalam mulut selama 15 menit. Kunyah tanaman dengan baik, dan jangan telan. Hentikan pengujian jika kamu merasakan reaksi, apapun reaksi itu. Jika tidak ada reaksi, lanjutkan ke langkah berikutnya.




- Telan porsi kecil tanaman tersebut dan tunggu selama 8 jam.





7. Tunggu selama 8 jam.




Jangan makan atau minum apapun selama waktu ini kecuali air yang dimurnikan. Jika kamu merasa sakit, langsung paksakan dirimu untuk muntah, minumlah air yang banyak. Jika membawa arang aktif (activated carbon, bisa dibuat sendiri), minumlah arang aktif dengan air. Hentikan pengujian jika kamu mengalami reaksi buruk apapun. jika tidak, lanjutkan ke langkah berikutnya.


8. Makan 1/4 cup (59ml) tanaman tadi dengan cara yang sama




1/4 cup itu sekitar satu genggam. Sangat penting untuk menggunakan bagian tanaman dari tanaman yang sama, dan mempersiapkannya dengan cara persis sama seperti sampel pertama.


9. Tunggu 8 Jam lagi




Jika mengalami reaksi, segera paksa untuk muntah dan minum banyak air. Jika tidak ada reaksi, maka bisa disimpulkan tanaman tersebut aman untuk di konsumsi. Namun jangan langsung mengkonsumsinya dalam porsi besar.


Lakukan secara bertahap agar puasanya tidak terlalu lama


Pasti kalian berpikir, lah kok puasa terus, kapan makannya dong? Proses pengujian ini bisa dilakukan secara bertahap. 8 jam untuk pengujian, kemudian 8 jam berikutnya kalian bisa berhenti dan makan normal.


Jika kamu punya sumber makanan aman lainnya, kamu bisa menggabungkan pengujian ini ke dalam pola makan secara bertahap dengan memisahkannya menjadi 3 tahap, dan menggunakan 8 jam tidur normalmu sebagai 8 jam pengujian untuk tiap tahapnya.



Penting: Metode ini akan maksimal jika kamu dalam kondisi survival dengan jatah makanan hampir habis (masih ada makanan untuk beberapa hari) dimana kamu perlu segera menemukan sumber makanan lainnya.


Skema tahapan pengujiannya adalah sebagai berikut:


- Bangun dan lakukan bagian pengujian racun secara kontak. Setelah 8 jam, makan makanan biasa (bukan tanaman yang diuji).


-Pagi berikutnya, selesaikan tes sampai menelan satu bagian. Setelah 8 jam, jika kamu masih hidup dan sehat, makan makanan normal lagi.


- Makan seluruh sampel tanaman yang diuji pada pagi ketiga. Setelah 8 jam, kamu boleh bergembira karena telah mendapatkan sumber makanan yang baru sehingga tidak khawatir lagi akan kelaparan.


Ribet ya? Memang cukup ribet dalam melakukan pengujian tanaman beracun ini karena menyangkut nyawa dan keselamatan kita sendiri. Maka dari itu, jika masih ada alternatif makanan lain maka carilah yang lain. Pengujian ini hanya dilakukan jika sudah tidak ada alternatif makanan yang lain.


Alternatif makanan lainnya, silahkan baca artikel kami tentang 'Hewan Yang Dapat Dimakan Saat Survival' dan ' Serangga Yang Aman Dimakan Saat Survival'.


Salam Survival!


...

Kalian bisa baca-baca puluhan ebook tentang survival dan dunia petualangan luar ruang yang sudah kami kumpulkan disini.


Agar selalu update info terbaru: Follow instagram @indosurvival & Like Fanpage Facebook Indosurvival


Sumber: 
http://www.wilderness-survival.net/plants-1.php
https://www.wikihow.com/Test-if-a-Plant-Is-Edible
GlobalSecurity.org Reprint of Survival, Evasion, and Recovery, a U.S. military handbook in the public domain
Cara Menguji Apakah Tanaman Liar Bisa Dimakan Cara Menguji Apakah Tanaman Liar Bisa Dimakan Reviewed by abesagara on Juli 04, 2019 Rating: 5

Tidak ada komentar