Cara Mengatasi Keracunan Makanan Yang Terkontaminasi Bakteri


Dalam kondisi survival, keracunan makanan bisa menghampiri kapan saja karena kita pasti akan memakan apapun yang dapat dimakan, padahal bisa saja makanan tersebut beracun bagi tubuh kita. Untuk itu kita perlu mengetahui cara mengatasi keracunan makanan.

Keracunan makanan merupakan kondisi yang timbul karena mengkonsumsi makanan yang telah terkontaminasi oleh organisme menular, seperti bakteri, virus, dan parasit. Kontaminasi dapat terjadi jika makanan tidak di proses atau dimasak dengan baik.


Lalu makanan apa saja yang beracun? Apa gejala keracunan? Apa yang harus kita lakukan jika keracunan makanan? Bagaimana cara mengatasinya? Untuk menjawab semua pertanyaan tersebut, berikut telah kami himpun informasi lengkap mengenai keracunan makanan dari berbagai sumber. 


Penyebab Keracunan Makanan


Makanan yang diolah dengan tidak steril, makanan yang tidak dimasak sampai matang, serta tidak menjaga kebersihan diri saat mengkonsumsi makanan dapat mengundang patogen penyebab keracunan hinggap di makanan.


Baca juga: 12 Obat Luka Dari Bahan di Sekitar Kita


Keracunan makanan umumnya disebabkan oleh kontaminasi patogen berikut:

  • Norovirus dan rotavirus.
  • Parasit Cryptosporidium, Entamoeba histolytica, dan Giardia.
  • Bakteri Campylobacter, Salmonella, Escherichia coli (E. coli), Listeria, Clostridium botulinum ( botulinum) dan Shigella.

Bakteri-bakteri ini ikut tertelan bersama makanan dan sampai di saluran pencernaan. Ketika bakteri tersebut menetap di dalam tubuh, mereka akan terus memperbanyak diri di dalam saluran pencernaan sambil menghasilkan racun yang mengiritasi dinding saluran cerna, bahkan terkadang hingga merusak jaringan.


Beberapa jenis makanan jika tidak diolah atau dimasak dengan baik akan mudah terkontaminasi oleh mikroorganisme penyebab racun makanan diatas.


Berikut adalah proses penyimpanan, pengolahan, dan konsumsi makanan yang dapat membuat makanan mudah terkontaminasi bakteri:
  • Tidak menyimpan makanan dalam suhu yang tepat, misalnya tidak disimpan di kulkas, terutama produk daging dan produk olahan susu.
  • Tidak memasak makanan secara merata, terutama daging unggas-unggasan, burger, dan sosis.
  • Meninggalkan makanan matang di ruangan dengan suhu hangat terlalu lama.
  • Mengonsumsi makanan yang sudah melewati masa kedaluarsa.
  • Kontaminasi silang, misalnya memakai pisau pemotong daging mentah untuk mengiris roti atau menyimpan daging mentah di atas makanan siap makan sehingga cairan dari daging menetes ke makanan di bawahnya.
  • Menggunakan talenan yang tidak dicuci sebelumnya, khususnya setelah penggunaan untuk memotong daging mentah.
  • Orang yang sakit atau dengan tangan yang kotor menyentuh makanan.

Sementara untuk makanan yang sangat mudah terkontaminasi bakteri adalah:

  • Susu
  • Daging mentag
  • Makanan siap saji, misalnya gorengan, potongan daging matang, keju lembut, dan roti isi kemasan.
  • Makanan dalam kaleng
  • Telur mentah
  • Kerang-kerangan dan makanan laut yang mentah

Gejala Keracunan Makanan

Gejala keracunan makanan biasanya tidak langsung muncul begitu saja setelah mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi. Biasanya butuh beberapa jam hinga beberapa hari untuk kita mulai merasakan gejala keracunan.


Bakteri Salmonella, membutuhkan waktu inkubasi sekitar 6-72 jam, sehingga gejala baru akan terasa setelah 2 hari sejak mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi. Contoh lainnya adalah bakteri Campylobacter yang memiliki masa inkubasi lebih lama dibanding Salmonella, yaitu 2-5 hari.


Baca juga: Masalah Kesehatan Yang Biasa Terjadi di Lapangan dan Cara Mengatasinya


Umumnya gejala keracunan makanan yang sering terjadi adalah sebagai berikut:

  • Mual dan muntah
  • Diare (bahkan dapat disertai darah bila keracunan disebabkan oleh bakteri Campylobacter atau E. coli).
  • Perut nyeri dan kram, biasanya dalam waktu 12-72 jam setelah makan
  • Dehidrasi, sebagai gejala lanjutan dari mual dan muntah
  • Sakit kepala

Keracunan makanan juga bisa menimbulkan gejala lainnya, seperti demam, sesak napas, sakit otot, hingga rasa lemah dan lelah tanpa alasan jelas. Keluhan-keluhan ini akan berlangsung selama 1-3 hari, tergantung pada jenis patogen penyebabnya.

Gejala-gejala umum tersebut biasanya akan sembuh dengan sendirinya, namun ada beberapa gejala keracunan makana yang mengindikasikan keracunan parah sehingga harus segera diberi pertolongan medis. 


Berikut ini beberapa gejala terkait keracunan makanan yang mengharuskan Anda mendapat penanganan medis:

  • Mengalami demam tinggi.
  • Gejala yang dialami sangat parah dan tidak membaik hingga beberapa hari.
  • Sakit perut hebat.
  • Mengalami gejala dehidrasi parah, misalnya urine beraroma tidak enak, berwarna gelap, dan sangat sedikit.
  • Bayi Anda mengalami keracunan makanan.
  • Terjadi wabah keracunan makanan dan terkait dengan sumber kontaminasi tertentu.
  • Mengalami muntah-muntah lebih dari dua hari.
  • Diare yang berlangsung lebih dari tiga hari atau tinja bercampur darah.
  • Mengalami gejala seperti pandangan buram, otot lemas, atau sensasi geli di tangan.


Mengatasi Keracunan Makanan


Kebanyakan, keracunan makanan tidak memerlukan pengobatan khusus. Keracunan makanan akan sembuh sendiri dalam beberapa waktu. Biasanya orang yang keracunan makanan akan mengalami muntah-muntah dan diare sehingga menyebabkan dehidrasi.


Dianjurkan untuk mengkonsumsi air minum yang banyak dibarengi dengan penggunaan oralit (campuran gula dan garam) untuk menggantikan glukosa, garam, dan mineral penting lain yang hilang akibat muntah dan diare.


Baca Juga: Perlengkapan P3K Dasar Yang Wajib Dibawa Ketika Berkegiatan Luar Ruang


Berikut adalah beberapa prinsip umum untuk mengatasi keracunan makanan yang bisa segera anda lakukan sebagai pertolongan pertama pada keracunan makanan:

  • Istirahatlah yang cukup.
  • Perbanyak minum air putih untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Bisa ditambah dengan minum oralit (larutan garam dan gula).
  • Makan makanan yang mudah dicerna seperti bubur, pisang, cereal, roti, madu, dll
  • Minum obat antidiare untuk memadatkan feses sekaligus untuk menyerap racun yang ada di dalam usus, seperti alumunium hidroksida atau kaopectate.
  • Jangan berikan obat antimuntah. Hanya berikan obat tersebut jika Anda atau pasien mengalami dehidrasi parah

Mencegah Keracunan Makanan

Mencegah lebih baik dari mengobati. Keracunan makanan umum disebabkan oleh penyimpanan yang tidak baik, pengolahan yang tidak benar, dan cara mengkonsumsi yang tidak bersih. Untuk itu berikut adalah cara untuk mencegah keracunan makanan
  • Pastikan makanan yang akan dikonsumsi tidak kadaluarsa
  • Jangan membeli makanan di pinggir jalan yang tidak tertutup / tidak higienis
  • Cuci tangan sebelum mengonsumsi makanan.
  • Pastikan suhu penyimpanan makanan sesuai dengan jenis makanan yang disimpan
  • Pisahkan bahan mentah dan matang saat menyimpa makanan
  • Selalu gunakan air bersih dan bahan pangan yang masih segar
  • Masak makanan hingga benar-benar matang
  • Simpan selalu makanan dalam wadah yang kedap udara dan terhindar dari paparan matahari secara langsung

Demikianlah cara mengatasi keracunan makanan yang terkontaminasi bakteri. Semoga bermanfaat!
...

Kalian bisa baca-baca puluhan ebook tentang survival dan dunia petualangan luar ruang yang sudah kami kumpulkan disini.


Agar selalu update info terbaru: Follow instagram @indosurvival & Like Fanpage Facebook Indosurvival

Sumber: 

Cara Mengatasi Keracunan Makanan Yang Terkontaminasi Bakteri Cara Mengatasi Keracunan Makanan Yang Terkontaminasi Bakteri Reviewed by indosurvival on Juli 10, 2019 Rating: 5

Tidak ada komentar