Teknik Menetukan Arah Tanpa Kompas


Kompas merupakan hal yang sangat penting dan harus selalu ada di dalam kantong ataupun tas ransel kawan-kawan petualang. Namun, saat kita tidak membawa kompas, atau saat kompas kita rusak, kita harus bisa menentukan arah tanpa menggunakan kompas. Penentuan arah ini sangat penting, terutama dalam keadaan darurat seperti saat tersesat. Selain itu, dalam kegiatan eksplorasi, menentukan arah adalah hal utama yang harus kita lakukan.

Baca juga: Mengenal Dasar Arah Mata Angin

Selain menggunakan kompas, ada beberapa cara untuk menentukan arah dengan melihat kenampakan alam dan penggunaan teknik tertentu. Berikut adalah cara menentukan arah tanpa kompas yang bisa kalian pelajari mulai saat ini juga.

1. Menggunakan Bayangan Tongkat


Teknik ini merupakan salah satu teknik yang sudah ada dari jaman dahulu dengan menggunakan bayangan sebuah benda sebagai patokan arah. Teknik ini hanya berfungsi kita siang hari. Caranya:
  • Tancapkanlah sebuah tongkat pendek kurang lebih 50 cm
  • beri tanda pada ujung bayangan tongkat tersebut
  • tunggu sekitar 15 - 30 menit, lalu berikan tanda lagi pada ujung bayangan tongkat
  • buatlah garis lurus antara tanda pertama dan tanda kedua (lihat gambar di atas).
  • arah utara akan diperoleh dengan garis tegak lurus (90°) dari garis yang telah kita peroleh dari kedua titik bayangan tadi.
2. Menggunakan Jarum


Teknik jarum ini merupakan prinsip dasar dari kompas modern. Menggunakan gaya magnet dan juga air. Saat jarum digesekkan pada permukaan yang kering maka akan terbentuk arus magnetik pada jarum sehingga saat di letakkan diatas air akan mengarah ke arah utara dan selatan. Teknik ini dapat digunakan pada malam hari jika kalian tau sebelumnya dimana posisi matahari tenggelam.
  • Gosokkan jarum ke permukaan kering atau tempelkan ke sebuah magnet, ini bertujuan untuk mendapatkan gaya listrik dan gaya magnetis
  • Tusukkan pada daun atau gabus yang ringan.
  • Letakkan diatas air yang tenang misalnya genangan air atau menggunakan wadah yang diisi air.
  • Tunggu beberapa saat maka jarum atau silet tersebut akan menunjukkan arah utara dan selatan.
  • Untuk menentukan yang mana arah utara atau selatan, lihatlah pada masing-masing ujung jarum. Yang mengarah lebih dekat ke matahari itulah arah Utara, sedangkan yang mengarah menjauhi matahari adalah arah selatan.
3. Menggunakan Jam Tangan


Semua jam tangan analog dapat memakai cara ini meski tidak mempunyai bezel yang mencantumkan arah mata angin, tetapi jika ada bezel maka akan lebih membantu untuk memberi patokan. Secara garis besar cara ini dibagi menjadi dua yaitu cara saat berada di utara atau di selatan khatulistiwa. Untuk daerah Indonesia terutama pulau Jawa kebanyakan berada di selatan garis khatulistiwa.

Caranya:

  • Posisikan jam tangan secara mendatar dengan angka 12 menghadap arah matahari
  • Lihat posisi jarum yang pendek (yang menunjukkan jam)
  • Garis tengah antara angka 12 dan angka yang ditunjukkan jarum jam adalah arah Utara.

Bila posisi kita di utara garis khatulistiwa, yang diarahkan ke matahari adalah jarum jam, dan garis tengah antara angka 12 dan angka yang ditunjukkan jarum jam adalah arah Selatan. Jika jam tangan yang kalian miliki merupakan jam digital tanpa fitur kompas, kalian bisa menggambar atau memperkirakan gambaran jarum jam yang kira-kira ditunjuk.

Yang harus diingat adalah, hasil yang didapat merupakan perkiraan, semakin posisi kita menjauhi garis khatulistiwa serta semakin rendah posisi matahari, maka penentuan arah mata angin akan semakin akurat.

Pastikan juga waktu yang dipakai merupakan waktu lokal dan jika berada di luar negeri yang menggunakan Daylight Saving Time, waktunya dikurangi satu jam. Jangan lupa untuk mengkonfirmasi hasil yang didapat dengan metode lain agar lebih akurat.

4. Merasakan Suhu Pohon


Cari pohon yang mempunyai batang dengan ukuran besar. Perhatikan semua sisi batang pohon. Cobalah untuk meraba sisi pohon berbatang besar ini, dan rasakan suhunya. Cari sisi pohon yang terasa paling hangat karena matahari belum lama tenggelam jadi kemungkinan besar sisi ini menunjukkan arah barat. 

5. Kelebatan Pohon


Kita dapat menentukan arah barat dan timur melalui pedoman tajuk pohon. Biasanya pohon yang mengarah ke timur itu lebih lebat dari pada yang mengarah ke barat. Ini berkaitan bahwa sinar dipagi hari lebih baik untuk proses fotosintesis yang membutuhkan cahaya dengan optimal.

6. Melihat Arah Tumbuh Lumut


Saat berada di hutan kita dapat memanfaatkan Lumut Parmelia sp dan Polytrichum sp untuk mencari patokan arah. Lumut cenderung tumbuh pada daerah yang lembab atau kurang sinar matahari. Jika kalian menemukan banyak lumut tumbuh pada satu sisi batang pohon, maka arah lumut itu bisa mengarah ke arah barat, sementara yang tidak ditumbuhi lumut mengarah ke timur. 

7. Melihat arah matahari terbit / tenggelam


Cara ini adalah cara paling mudah untuk dilakukan. Jika kita berdiri menghadap matahari terbit (timur) sudah pasti sebelah kanan kita adalah arah selatan dan sebelah kiri adalah arah utara. Begitu juga sebaliknya, jika kita berdiri menghadap matahari terbenam (barat) maka sebelah kanan adalah arah utara dan sebelah kiri arah selatan.

8. Melihat arah masjid


Arah masjid, terutama di Indonesia akan menghadap ke arah barat, atau barat barat laut. Jadi jika ada mushalla atau masjid, lihat kemana masjid itu menghadap. Cara ini menyesuaikan dimana lokasi kita berada. Jika lokasi kita berada di Zimbabwe maka arah kiblat tidak di barat. 

9. Melihat Makam / Batu Nisa Umat islam
Sama seperti metode masjid, Cara ini juga hanya berlaku di negara kita dan sekitarnya. Makam umat Muslim di negara kita mununjukkan arah utara (bagian kepala) dan selatan (bagian kaki). Hal tersebut bisa kita ketahui dengan melihat patok nama yang ditanam arah kepala mayat pada sebuah kuburan.

Masih terdapat beberapa cara lain seperti dengan melihat rasi bintang dan juga posisi bulan. Namun akan kita bahas pada artikel tersendiri. 

Baca juga: Teknik Dasar Navigasi Darat

Sumber gambar feature: 360.here.com
Teknik Menetukan Arah Tanpa Kompas Teknik Menetukan Arah Tanpa Kompas Reviewed by indosurvival on Januari 03, 2019 Rating: 5

Tidak ada komentar