Pedoman Yang Harus Dilakukan Jika Tersesat di Hutan Atau Gunung


Gunung dan hutan ibarat sebuah puzzle, jika kita tersesat di hutan maka kita harus menyusun puzzle tersebut supaya dapat kembali ke jalur semula. Tersesat di hutan, baik ketika menjelajah ataupun mendaki gunung merupakan momok terbesar yang dihadapi para pendaki.

Sebagai upaya penyelamatan ketika tersesat di hutan atau gunung, ada beberapa pedoman yang bisa sobat lakukan jika tersesat. Pedoman ini kebanyakan berkaitan dengan ilmu navigasi sehingga bagi sobat yang berminat untuk mendaki gunung ada baiknya untuk mempelajari ilmu navigasi terlebih dahulu.

Berikut adalah pedoman yang harus dilakukan jika tersesat saat menjelajah hutan atau mendaki gunung.

1. STOP


Jika kalian menyadari bahwa kalian saat ini sedang tersesat, maka hal terbaik yang bisa kalian lakukan adalah STOP, alias berhenti dahulu. STOP adalah kepanjangan dari Stop, Observe, Think, dan Plan, alias berhenti, amati, berpikir, dan berencana. 

Dengan berhenti maka kita akan meredam rasa panik supaya bisa berpikir lebih jernih. Dengan berpikir jernih, mungkin kita bisa mengingat kembali jalan yang telah kita lewati. 

Baca: Gunakanlah Metode STOP Saat Tersesat di Hutan

2. Tinggalkan tanda jejak


Kalian bisa meninggalkan sobekan kain untuk menandai jalan yang kalian lewati (foto: erudisi.com)
Jika sobat tersesat, sebelum melangkah lebih jauh ada baiknya untuk meninggalkan jejak atau tanda yang bisa menunjukkan arah kembali kita ke titik semula. Tanda jejak ini dapat berupa kain, tali, tumpukan batu, kertas, atau apapun yang bisa ditempatkan di pohon, ranting, atau tanah. Jadi jika kalian tidak tahu lagi arahnya makan kalian bisa kembali ke titik semula.

Baca juga: Kenali Macam-macam Tanda Jejak

3. Pelajari ilmu navigasi dasar

Hal ini wajib kalian lakukan sebelum berangkat menjelajah atau mendaki. Setiap individu dalam tim harus mengetahui teknik-teknik menggunakan kompas atau menentukan arah melalui tanda alam (jika kompas tidak dapat di andalkan).

Baca juga: Teknik Menentukan Arah Tanpa Kompas

Dengan mengetahui posisi kita, kemungkinan untuk selamat dari tersesat di hutan akan lebih banyak. Apalagi jika sebelumnya kita mengetahui dimana arah basecamp.

4. Berjalanlah di tempat yang terbuka


Berjalanlah di tempat terbuka supaya bisa melihat keadaan sekitar (foto: abesagara.com)
Usahakan jika memungkinkan berjalanlah di tempat terbuka, hindari berjalan didalam hutan. Dengan berjalan di tempat terbuka kita akan lebih leluasa untuk melihat keadaan sekitar.

Jika tersesat saat mendaki gunung maka ikutilah jalan di punggungan atau igir gunung yang lebih mudah terlihat orang lain daripada di dalam hutan atau lebah. Selain itu, kebanyakan jalur pendakian dibuat didaerah punggung gunung.

5. Buat api

Jika kalian sudah berusaha mencari jalan namun belum juga ketemu, maka buatlah api unggun kecil dengan bahan bakar dari alam sekitar seperti ranting, dedaunan kering, semak, dll yang bisa menghasilkan banyak asap.

Selain sebagai sarana untuk perlindungan diri, asap dari api ini bisa memberitahukan keberadaan kamu kepada tim penyelamat.

Baca: Cara Membuat Api Tanpa Korek Api

6. Buatlah sinyal SOS


Sinyal asap terlihat dari kejauhan yang dapat memberitahu lokasi kamu berada kepada tim penyelamat (foto: survivethewild.net)
Selain mencari jalan,  kalian bisa mencoba membuat tanda SOS darurat sebagai usaha untuk memberitahu bahwa kalian butuh bantuan dan untuk memberitahu lokasi kalian berada saat itu.

Ada macam tanda SOS darurat, dari membuat sinyal api, sinyal asap , suara, cahaya, dll. Kalian bisa membacanya di artikel berikut, Macam-Macam Sinyal SOS dalam Keadaan Darurat

7. Jelajahi daerah sekitar

Jangan takut untuk menjelajahi daerah di sekitar tempat kalian berada. Dengan menjelajahi daerah sekitar, mungkin kalian akan menemukan jalur pendakian, sungai, atau hal-hal lain yang dapat membantumu untuk kembali pulang.

Tapi perlu diingat, sebelum menjelajah, kalian harus membuat tanda jejak seperti pada pedoman pertama tadi supaya kalian bisa kembali lagi ke titik awal dan tidak tersesat terlalu jauh.

Baca juga: Ilmu Survival Yang Wajib Dikuasai Setiap Petualang

8. Jika Menemukan Sungai...


Menyusuri sungai bisa membawamu ke permukiman penduduk jika dilakukan dengan berhati-hati (foto: highlandindonesia.com)
Jika saat penjelajahan kalian menemukan sungai maka buatlah camp di dekat sungai. Dengan membuat camp di dekat air maka kalian bisa menggantungkan hidup sementara disitu sampai bantuan datang. Minimal masalah dehidrasi sedikit teratasi.

Baca juga: Mencari Lokasi Sumber Air Berdasarkan Tanda Alam

Kalian bisa mengikuti sungai ke arah hilir / arah kemana sungai mengalir sebagai salah satu cara untuk kembali ke peradaban dengan catatan sungai tersebut adalah sungai kecil dan berhati-hatilah dengan kemungkinan adanya binatang buas karena sungai adalah tempat minumnya binatang hutan.

9. Buatlah shelter tempat berlindung

Jika kalian membawa tenda maka dirikanlah tenda tersebut, namun jika tidak ada tenda kalian bisa membuat bivak shelter darurat dengan dengan bahan-bahan yang tersedia disekitar seperti ranting dan dedaunan. Pastikan tempat berlindung tidak terlalu tersembunyiu agar mudah di temukan.

Baca juga: Syarat Utama Dalam Membangun Shelter Darurat

Demikianlah beberapa pedoman sebagai panduan sobat jika sewaktu-waktu mengalami musibah tersesat di hutan. Kebanyakan korban meninggal saat tersesat dikarenakan kecelakaan, sakit (hipotermia), dll. Sedikit yang meninggal karena kelaparan atau dehidrasi. Maka dari itu menjaga kesehatan dan keamanan diri saat berkegiatan luar ruang merupakan hal paling vital yang perlu kalian perhatikan

Sumber gambar feature: istockphoto.com
Pedoman Yang Harus Dilakukan Jika Tersesat di Hutan Atau Gunung Pedoman Yang Harus Dilakukan Jika Tersesat di Hutan Atau Gunung Reviewed by indosurvival on Januari 11, 2019 Rating: 5

Tidak ada komentar