Tersesat di Hutan? Gunakanlah Metode STOP!


Mari kita rekayasa sebuah skenario survival. Bayangkan kita sedang mendaki sebuah gunung, kondisi hujan rintik-rintik dengan kabut tebal. Jarak pandang hanya 5 meter. Kita terus melangkah, yakin dengan arah tujuan, tapi ternyata dari tadi kita hanya berputar-putar saja. Kabut mulai menipis dan akhirnya kita sadar, sekarang kita tak tau sedang berada dimana, KITA TERSESAT. Pasti kita panik, apalagi hari sudah malam, dan suara-suara aneh mulai bermunculan. Apa yang harus kita lakukan? STOP! berhenti dulu.

Metode STOP merupakan sebuah sebuah akronim dari Sit Think Observe Plan, dewasa ini metode STOP ditambahkan dengan akhiran A untuk Action. Metode ini dibuat supaya kita tidak panik disaat-saat kritis sehingga membuat kesalahan fatal yang berujung mengancam keselamatan kita sendiri.

Metode STOP biasa digunakan untuk kasus-kasus tersesat. Karena, kita tahu di alam liar, bahaya yang paling dominan adalah tersesat. Kita VS Alam ibarat jarum di dalam tumpukan jerami. Banyak kasus pedaki hilang, dan akhirnya ditemukan sudah tidak bernyawa, pastinya kita tidak mau hal itu terjadi pada diri kita kan?



Pada rekayasa diatas kita berada dalam kondisi tersesat, maka yang harus kita lakukan adalah berhenti dahulu (Stop) karena kita benar-benar buta arah, sangat berbahaya bila melanjutkan perjalanan. Kita pikirkan dulu matang-matang cara supaya bisa lolos dari situasi tersebut.

Mari kita jabarkan satu persatu akronim dari STOP.

1. 'S', mewakili kata Sit Down atau duduk. Berhentilah, istirahat dulu. Tarik nafas dalam-dalam dan tenangkan pikiran. Panik tidak akan membantu apapun dalam kondisi ini. Yang kita butuhkan adalah pikiran yang tenang sehingga mampu memikirkan langkah apa saja yang harus diambil.

Perlu diingat bahwa, tim penyelamat akan lebih kesulitan mencari target pencarian yang selalu bergerak ketimbang yang diam di tempat.

2. 'T', mewakili kata Think atau berpikir. Setelah menenangkan diri, pikirkan kembali tentang situasi saat ini dan bagaimana bisa sampai di tempat ini. Biasanya kita bisa mengingat kembali jalan yang tadi kita lalui. Selain itu kita juga bisa berpikir langkah awal yang harus dilakukan ketika tersesat. Seperti mendirikan tenda, menyalakan api, dan soal perbekalan.

Sesuai dengan skenario tadi, karena hari sudah malam dan susah untuk mencari jalan, maka hal yang paling tepat adalah menyalakan api dan berkemah. Jika kita terpisah dengan teman perjalanan maka ada kemungkinan teman kita sudah melaporkan kehilangan anggota kepada tim penyelamat.

3. 'O', mewakili kata Observe atau mengamati. Amati lah keadaan sekitar kita, kondisi alam, ketinggian, cuaca, arah, kondisi peralatan dan perbekalan. Dengan mengamati kondisi sekitar, kita bisa selangkah lebih maju untuk survive dari kondisi tersesat.

Untuk mengamati daerah sekitar, carilah lokasi yang cukup tinggi di tempat kamu berada. Kamu bisa naik diatas batu atau naik pohon, yang penting aman, pokoknya apa saja yang bisa membuat kamu melihat sekeliling.

Jika hari sudah malam, tunggulah sampai esok hari saat matahari sudah terbit dan kondisi sekitar terlihat dengan jelas. Dengan mengamati lingkungan sekitar, ada kemungkinan kita bisa menemukan jejak-jejak perjalanan kita sebelumnya dan menemukan tanda-tanda peradaban manusia sehingga bisa membawa kita kembali ke jalur yang benar.

4. 'P', mewakili kata Planning atau perencanaan. Setelah berpikir dan mengamati kondisi yang terjadi maka sekarang saatnya membuat perencanaan. Rencanakanlah matang-matang, kemana akan melanjutkan perjalanan.

Bertindak berdasarkan rencana yang sudah dibuat matang-matang jauh lebih baik daripada bertindak tanpa rencana sama sekali.

5. 'A', Action! saatnya melaksanakan apa yang sudah direncanakan. Laksanakan dengan pikiran tenang dan tidak panik. Berdoa dan berusaha, busungkan dada dan yakin bahwa kita bisa keluar dari situasi berbahaya ini.

Jika kamu menguasai teknik-teknik survival seperti navigasi, membaca tanda alam, dan sejenisnya., maka metode STOP akan sangat membantu!
Tersesat di Hutan? Gunakanlah Metode STOP! Tersesat di Hutan? Gunakanlah Metode STOP! Reviewed by indosurvival on November 11, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar