Masalah Kesehatan Yang Biasa Terjadi di Lapangan dan Cara Penanganannya

(photo credit: rei.com)

Masalah gangguan kesehatan tidak dapat kita hindari saat berkegiatan di alam bebas. Biasanya yang sering tiba-tiba menyerang itu demam, keseleo, pusing, diare, dan sebagainya, bahkan hipotermia. Untuk itu, biasanya sebelum turun lapangan kita diwajibkan untuk pemanasan terlebih dahulu dengan melatih fisik beberapa minggu sebelum penerjunan supaya saat di lapangan tubuh sudah siap untuk di gembleng

Di artikel kali ini saya akan membagi langkah-langkah pertolongan pertama pada kasus-kasus kesehatan ringan yang biasa di alami pendaki atau penggiat olahraga alam bebas. Kalian juga bisa menemukan panduan ini di buku-buku saku P3Kyang banyak beredar di toko buku atau bisa kalian beli di PMI terdekat dan download applikasinya di playstore atau appstore.

Untuk jenis kecelakaan fisik yang biasa terjadi, silahkan baca 'Kecelakaan Fisik di Lapangan dan Cara Penanganannya'

Dengan mengetahui tata cara pertolongan pertama, kita bisa dengan sesegera dan setepat mungkin memberikan pertolongan kepada korban atau diri kita sendiri. 

Masalah Kesehatan di Lapangan dan Cara Mengatasinya

✚ Pingsan (collapse / syncope)
Merupakan hilangnya kesadaran sementara dikarenakan otak kekurangan Oksigen, kondisi kelaparan, terlalu banyak mengeluarkan tenaga, dehidrasi ( kekurangan cairan tubuh ), kadar gula darah rendah (hipoglikemia), dan kekurangan sel darah merah (anemia).

GejalaPerasaan limbung, pandangan berkunang – kunang, telinga berdenging, nafas tidak teratur, muka pucat, biji mata melebar, lemas, keringat dingin, menguap berlebihan, blank / tidak respon selama beberapa menit, dan denyut nadi lambat.

Penanganan
1. Baringkan korban dalam posisi terlentang
2. Tinggikan tungkai melebihi tinggi jantung
3. Longgarkan pakaian yang mengikat dan hilangkan barang yang menghambat pernafasan
4. Beri udara segar
5. Periksa kemungkinan cedera lain
6. Selimuti korban
7. Korban diistirahatkan beberapa saat
8. Bila tak segera sadar → periksa nafas dan nadi → posisi stabil → Panggil tim penyelamat → Rujuk ke instansi kesehatan

✚ Pusing (Nyeri Kepala / Vertigo)
Merupakan sakit kepala yang disebabkan oleh kelelahan, kelaparan, gangguan kesehatan dll.

Gejala: Kepala terasa nyeri / berdenyut, kehilangan keseimbangan tubuh, lemas. 

Penanganan
1. Istirahatkan korban di tenda / tempat gelap
2. Beri minuman hangat
3. Suruh korban menengakan diri / relaksasi
4. Kompres hangat pada bagian kening dan belakang leher, dilanjutkan dengan kompres dingin
5. Pijat ringan pada bagian kepala dan leher
6. Makan ringan
7. Beri obat bila diperlukan

Maag / Mual
Merupakan gangguan lambung atau pencernaan dan biasanya merupakan penyakit bawaan. 

Gejala: Perut terasa nyeri / mual, keringat dingin, dan lemas.

Penanganan
1. Istirahatkan korban dalam posisi duduk
2. Minum obat maag
3. Beri makan dengan porsi sedikit saja (30 menit setelah makan, korban tidak boleh rebahan)

4. Istirahat yang cukup, korban tidak boleh terlalu aktif karena maag bisa bertambah parah.

Asma
Merupakan penyempitan / gangguan pernapasa. Biasanya merupakan penyakit bawaan.

Gejala: Jantung berdebar-debar, kesulitan berbicara, makan, dan tidur karena sesak napas, bibir dan ujung jari-jari terlihat membiru, tampak lemas dan lesu, wajah pucat pasi, pusing yang tak kunjung hilang, gejala khas asma semakin parah dan sering, Inhaler tidak mampu meredakan gejala.

Penanganan
1. Tenangkan korban, jangan panik karena semakin panik maka semakin sulit bernafas
2. Dudukkan korban
3. Longgarkan ikat pinggang, kancing baju, dsb yang bisa membuat korban bernafas lebih leluasa
4. Atur pernafasan lewat mulut, bernafaslah lewat hidung, kemudian sambil mengkerucutkan bibir, hela nafas lewat mulut
5. Hindari pemicu asma (asap rokok, asap api unggun, debu, dsb)
6. Segera berikan alat bantu pernafasan seperti inhaler dan tabung oksigen mini
7. Berikan obat asma seperti salbutamol, albuterol, levalbuterol, dan pirbuterol

Dehidrasi
Merupakan suatu keadaan dimana tubuh mengalami kekurangan cairan. Hal ini terjadi apabila cairan yang dikeluarkan tubuh melebihi cairan yang masuk. Dehidrasi disebabkan karena kurang minum dan disertai kehilangan cairan / banyak keringat karena udara terlalu panas atau aktivitas yang terlalu berlebihan. Demam, diare atau muntah yang parah yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama dapat menyebabkan hilangnya cairan tubuh.

Gejala: Mulut kering, haus, pusing, sakit kepala, merasa lemah/lesu, tekanan darah rendah, tidak bisa mengunyah dan menelan makanan kering, sulit berbicara, kulit kering, kuli yan g bengkak dan retak ketika dicubit, demam, dan urin berwarna gelap.

Penanganan
1. Segera berikan air minum kepada korban
2. Berikan makanan yang mengandung air
3.Tempelkan kain basah pada tubuh terutama pada leher, wajah, punggung, dada ataupun perut.
4. Kurangi penyebab dehidrasi seperti muntah, diare, atau demam.

Lemah Jantung
Yaitu nyeri jantung yang disebabkan oleh sirkulasi darah menuju jantung terganggu atau terdapat kerusakan pada jantung.

Gejala: nyeri di dada, penderita memegangi dada sebelah kiri bawah dan sedikit membungkuk, tidak merespon terhadap suara, denyut nadi tak teraba / lemah, gangguan nafas, mual, muntah, perasaan tidak enak di lambung, kepala terasa ringan, lemas, kulit berubah pucat / kebiruan, keringat berlebihan

Tidak semua nyeri pada dada adalah sakit jantung. Hal itu bisa terjadi karena gangguan pencernaan, stress, dan tegang.

Penanganan
1. Tenangkan korban
2. Istirahatkan
3. Posisi ½ duduk
4. Buka jalan pernafasan dan atur nafas
5. Longgarkan pakaian dan barang barang yang mengikat pada badan
6. Jangan beri makan / minum terlebih dahulu
7. Jangan biarkan korban sendirian ( harus ada orang lain didekatnya )

Histeria 
Yaitu munculnya sikap tidak wajar, berlebih – lebihan yang dibuat – buat ( berteriak, berguling – guling ) oleh korban; secara kejiwaan mencari perhatian. Histeria biasa juga disebut kesurupan. Hal ini masih menjadi perdebatan para ahli akan cara menanganinya, namun kita akan menggunakan cara medis.

Gejala: Seolah-olah hilang kesadaran, sikapnya berlebihan ( meraung – raung, berguling – guling di tanah ), tidak dapat bergerak / berjalan tanpa sebab yang jelas.

Penanganan
1. Tenangkan korban
2. Pisahkan dari keramaian
3. Letakkan di tempat yang tenang
4. Awasi

Mimisan
Yaitu pecahnya pembuluh darah di dalam lubang hidung karena suhu ekstrim ( terlalu panas / terlalu dingin )/ kelelahan / benturan.

Gejala: Dari lubang hidung keluar darah dan terasa nyeri, korban sulit bernafas dengan hidung karena lubang hidung tersumbat oleh darah, kadang disertai pusing.

Penanganan
1. Bawa korban ke tempat sejuk / nyaman
2. Tenangkan korban
3. Korban diminta menunduk sambil menekan cuping hidung
4. Diminta bernafas lewat mulut
5. Bersihkan hidung luar dari darah
6. Buka setiap 5 / 10 menit. Jika masih keluar ulangi tindakan Pertolongan Pertama

✚ Keracunan Makanan / Minuman
Keracunan makanan bisa disebabkan karena mengkonsumsi tumbuhan liar yang beracun, makanan tercampur zat berbahaya, atau memakan makanan yang kadaluarsa. 

Gejala: Mual, perut melilit, muntah, keringat dingin, wajah pucat / kebiruan

Penanganan
1. Beristirahatlah yang cukup.
2. Perbanyak minum air putih untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Bisa juga ditambah dengan minum oralit (larutan garam dan gula).
3. Konsumsi obat antidiare untuk memadatkan feses sekaligus untuk menyerap racun yang ada di dalam usus, seperti alumunium hidroksida atau kaopectate.
4. Jangan berikan obat antimuntah.Hanya berikan obat tersebut jika Anda atau pasien mengalami dehidrasi parah.
5. Makan makanan yang padat, seperti biskuit, sereal kering secara perlahan sampai Anda bisa kembali mengonsumsi makanan seperti biasa. Hal ini juga berlaku untuk anak-anak.

Hipotermia
Hipotermia adalah penurunan suhu tubuh secara drastis, hingga di bawah 35º Celcius (suhu tubuh normal berkisar di angka 37º Celcius). Artinya, Anda kehilangan panas tubuh lebih cepat daripada saat tubuh menghasilkannya.

Seseorang dengan hipotermia biasanya tidak menyadari kondisinya karena gejala kedinginan ekstrim ini sering timbul secara bertahap. Kebingungan yang mungkin ditampilkan orang tersebut juga dapat menyebabkan perilaku berisiko, misalnya justru menolak memakai baju hangat.

Gejala: Menggigil, biasanya diikuti dengan kelelahan, sedikit kebingungan, kurang koordinasi, bicara menyeret, napas cepat, dan kulit dingin atau pucat. Semakin suhu menurun, menggigil menjadi lebih ganas, akan berhenti sepenuhnya jika hipotermia makin memburuk. Semakin lama, denyut nadi cenderung melemah dan napas juga mulai makin lembat dan pendek-pendek.

Penanganan
1. Pindahkan korban ke tempat yang hangat seperti di dalam tenda.
2. Lepaskan pakaian korban jika basah, dan ganti dengan yang kering.
3. Hangatkan korban mulai dari kepala hingga ujung kaki
4. Selimuti korban, bisa dengan sleeping bag, kain, atau thermal blanket, semakin hangat semakin bagus.
5. peluk korban agar kondisi semakin hangat.
6. Jika bisa, berikan minuman hangat kepada korban. Lebih bagus jika minuman kaya kalori seperti coklat, susu, dsb
7. Dampingi korban sampai kondisi membaik. 
8. Panggil tim penyelamat.

PENTING! Yang harus dihindari dalam menolong korban hipotermia:
Ada hal-hal tertentu yang tidak boleh dilakukan ketika membantu seseorang yang alami hipotermia karena bertindak sembrono dapat memperburuk kondisi, seperti:
  • Jangan menghangatkan tubuh mulai dari tangan dan kakinya. Menghangatkan ujung-ujung tungkai tangan dan kaki sebagai tindakan pertama bisa sebabkan syok
  • Jangan juga memijat kaki dan tangannya
  • Jangan merendam tubuhnya dalam air hangat/panas
  • Jangan berikan alkohol atau minuman berkafein
  • Jangan gunakan lampu pemanas untuk menghangatkan tubuhnya
  • Jangan berikan minuman atau makanan untuk dikonsumsi jika orang tersebut tidak sadarkan diri
  • Jika tak ada sumber panas yang tersedia, koyo atau kompres panas bisa ditempelkan di dada, ketiak, leher, dan pangkal paha; namun ini dapat menyebabkan luka bakar pada kulit.

Itulah beberapa gangguan kesehatan yang biasa terjadi di lapangan, seperti mendaki gunung, camping, dll. Di artikel berikutnya saya akan membahas tentang kecelakaan fisik yang sering terjadi dan bagaimana cara menanganinya.
[full_width]
Masalah Kesehatan Yang Biasa Terjadi di Lapangan dan Cara Penanganannya Masalah Kesehatan Yang Biasa Terjadi di Lapangan dan Cara Penanganannya Reviewed by indosurvival on November 12, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar