Cara Mencegah dan Mengobati Gigitan Lintah / Pacet


Siapa sih petualang yang tidak kenal hewan imut nan menggemaskan ini. Hobinya menghisap darah perawan manusia dan binatang lainnya. Kalau berjalan uget-uget lucu. Kulitnya hitam kecoklatan mengkilap dan menyilaukan. Kalau musim hujan, sukanya menggerayangi kita untuk mencari kehangatan.

Perlu diketahui bahwa pacet dan lintah adalah dua hewan yang berbeda. Lintah hidup di air dan ukuran tubuhnya lebih besar dari pacet. Sementara pacet biasa hidup di daun dan batang pepohonan. Yang biasa menggerayangi kita ketika melakukan aktivitas di alam bebas seringnya adalah pacet, yang berukuran lebih kecil dari lintah. Kedua-duanya sama-sama penghisap darah. 

Pacet / lintah ini hanya akan menempel dan menghisap darah dari luar dan tidak akan masuk menembus kulit. Biasanya binatang ini akan melepaskan sendiri gigitannya dalam 20 menit saat sudah kenyang menghisap darah, dan meninggalkan luka yang sulit berhenti perdarahannya karena suatu zat bernama hirudin yang dihasilkan oleh pacet ini. 

Biasanya pacet baru kita ketahui menempel dikulit setelah mereka kenyang menghisap darah sehingga bisa dengan mudah dilepaskan. Namun bila pacetnya baru saja nempel maka akan sulit dilepas, jangan dipaksa, nanti tambah sakit. 

Baca juga: Kecelakaan Fisik di Lapangan dan Cara Penanganannya

Mencegah lebih baik dari pada mengobati. hal-hal yang bisa mencegah pacet mengigit kita adalah:
1. Pakai pakaian yang tertutup. Gunakan baju lengan panjang dan celana panjang. Gunakan juga sepatu boots dan kaos kaki.
2. Masukkan baju kedalam celana supaya pacet tidak bisa masuk lewat bawah baju.
3. Selipkan celana kedalam kaus kaki/sepatu
4. Gunakan gaiters / pelindung kaki dan sepatu (biasanya waterproof)
5. Terus berjalan dan jangan bersandar pada apapun terutama ketika beraktivitas saat musim hujan.
6. Oleskan ramuan anti pacet kesuluruh bagian tubuh. Ramuan anti pacet bisa menggunakan lotion anti nyamuk, minyak kayu putih, bedak gatal, dsb.


Untuk melepas paksa pacet yang menempel ditubuh, kita bisa melakukannya dengan beberapa cara, yaitu:
1. Bedak gatal, merek apa saja. Selain membuat pacet menggeliat-geliat ketika ditaburi. Bedak ini juga bisa dugunakan untuk pencegahan, tapi karena mudah luntur jadi siap-siap saja bedakan satu jam sekali.
2. Lotion anti nyamuk, teteskan keatas badan pacet, dijamin mabok itu pacetnya. 
3. Minyak kayu putih, percikan atau guyur pacet dengan minyak kayu putih.
4. Minyak tanah, penggunaannya sama dengan minyak kayu putih, engan dipercikkan atau disiramkan. Biasanya pendaki jadul bawa minyak tanah.
5. Air tembakau, ini merupakan salah satu resep mutakhir pembasmi pacet. Campurkan tembakau dengan air, sampai airnya berwarna kuning / kecoklatan lalu siramkan ke pacet. Pacet benci bau tembakau jadi dia pasti langsung minggir.
6. Air garam, wajib bawa garam kalau berpetualang. Taburkan garam disekeliling tenda, karena garam bisa mencegah hewan melata masuk ke dalam tenda. Selain itu air garam juga ampuh untuk mencopot gigitan lintah / pacet. 
7. Bara api, puntung rokok, ini cara terakhir ya, kalau kalian tidak punya anti-pacet diatas maka barulah menggunakan cara terakhir ini. Selain kasihan sama pacetnya, kalau salah nempel malah kulit kamu yang terbakar.

Setelah pacet lepas, yang harus kita lakukan adalah merawat luka gigitan lintah / pacet dengan melakukan hal-hal berikut:
1. Mencuci luka dengan air sabun/antiseptic/alkohol
2. Bila terdapat bengkak dan nyeri bisa melakukan kompres dingin pada bagian bekas gigitan
3. Bila luka masih mengeluarkan darah, beri tekanan dengan kasa steril sampai darah tidak keluar lagi
4. Bila terjadi infeksi pada luka, misalnya luka tampak bernanah atau mengeluarkan bau tidak sedap, segera berikan cairan antiseptik (betadin, rivanol, dll) dan oleskan salep antibiotik (jika punya), tetap jaga bagian terinfeksi agar steril. Segera cari pertolongan medis.

!!PENTING!!
Gigitan pacet juga dapat menimbulkan reaksi alergi berat yang disebut dengan reaksi anafilaksis. Reaksi anafilaksis dapat memberikan gejala-gejala seperti:
-Ruam kemerahan pada seluruh tubuh disertai gatal
-Sulit bernafas, nafas berbunyi (mengi)
-Bengkak pada wajah, bibir, lidah
-Penurunan tekanan darah disertai dengan detak jantung yang sangat cepat
-Gangguan kesadaran  hingga pingsan
-Dapat pula disertai dengan mual, muntah, nyeri perut, diare
-Kulit teraba dingin

Biasanya reaksi anafilaksis paska gigitan pacet atau lintah dapat terjadi dalam kurun waktu 2 jam paska gigitan. Bila kalian mengalami gejala-gejala anafilaksis tersebut, segera pergi ke rumah sakit karena reaksi anafilaksis adalah kondisi yang sangat berbahaya bila tidak ditangani dengan segera.
Cara Mencegah dan Mengobati Gigitan Lintah / Pacet Cara Mencegah dan Mengobati Gigitan Lintah / Pacet Reviewed by indosurvival on November 12, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar