Cara Membuat Api Dengan Teknik Bow & Drill


Teknik membuat api dengan cara bow & drill merupakan teknik yang berumur ribuan tahun. Teknik ini memanfaatkan gaya gesek dan sudah ada sejak masa prasejarah dimana manusia purba pertama kali menemukan cara membuat api. Walaupun teknik ini sederhana, namun perlu keahlian khusus dan kesabaran untuk bisa membuat api yang bmenyala dengan baik. 

Prinsip dasar membuat api dengan teknik bow & drill ini adalah dengan memutar sebatang kayu (drill / spindel) diatas papan kayu yang biasa disebut base board / fire board. Gesekan antara dua permukaan kayu ini akan mengubah energi kinetik menjadi energi panas. Gesekan tersebut akan membuat kedua permukaan terkikis dan menghasilkan serbuk kayu. Jika gesekan tersebut menghasilkan panas yang cukup maka akan menghasilkan bara. 

Oke, langsung saja kita praktikkan. Kami akan mengutip teknik bow & drill dari website Bapak Michael Antony salah satu penggiat survival indonesia (kalian bisa mengunjungi website beliau disini) alat-alat yang diperlukan adalah:

  1. Sebuah papan
  2. Sebatang kayu yang tegak lurus, dibuat berbentuk pasak dengan ujung yang agak runcing
  3. Sebatang kayu yang cukup kuat untuk digunakan sebagai bow, berfungsi untuk memutar drill pada papan
  4. Seutas tali, dipasang di batang bow
  5. Sebuah kayu yang keras dan ukurannya harus mampu digenggam tangan dengan nyaman untuk digunakan sebagai pegangan dan poros drill atau disebut socket / hand hold
  6. Serat alami dari tanaman yang dikeringkan atau bahan lain yang jelas harus mudah terbakar yang digunakan sebagai bahan bakar awal atau disebut Tinder
Untuk lebih memhamai cara kerjanya, kita harus mengetahui dahulu apa arti dari api; 'api merupakan hasil dari reaksi antara suhu tinggi, bahan bakar, dan oksigen. Tanpa tiga hal tersebut maka tidak akan ada api.'

Untuk membuat reaksi tersebut maka prosesnya adalah sebagai berikut:

  • Gesekan yang timbul antara spindel yang diputar dengan bantuan bow di atas papan akan menghasilkan suhu tinggi / panas yang akan menghanguskan permukaan papan dan permukaan
  • spindel menjadi arang. 
  • Arang ini merupakan bahan bakar. Jika tangan kita yang memegang hand hold / socket menambah tekanannya maka friksi / gesekan akan makin besar dan suhu pun akan meningkat. 
  • Pada papan harus dibuat sebuah potongan berbentuk V yang ujungnya bertemu di pusat lobang hasil pemboran oleh spindel agar ada udara yang membawa oksigen masuk ke lokasi terjadinya gesekan. 
  • Ketika suhu kedua permukaan sudah mencapai titik bakar dari arang yang dihasilkan, maka akan tercipta bara.
  • Jumlah oksigen pada fase ini masih belum memenuhi syarat terjadinya api. Nah bara ini harus kita pindahkan ke bahan bakar awal (tinder) kemudian kita tiup - tiup untuk memasukkan Oksigen ke dalam proses reaksi kimia tersebut sampai pada jumlah yang cukup. 
  • Saat tinder mencapai titik bakarnya dan jumlah Oksigen memenuhi komposisi untuk terjadinya api maka api akan menyala. 

Kelengkapan alat bow drill , terdiri dari batang drill, papan fireboard, Batang bow, hand hold, dan tinder.

Berikut langkah langkahnya (semua foto merupakan dokumentasi Bapak Michael Antony) :

1. Pasang Spindel pada tali busur sesuai dengan yang ditunjukkan pada foto ini


2. Posisi yang benar dalam memasang Spindel pada tali busur. Menghadap keluar seperti foto dibawah.


3. Pasang sebuah penampung arang bara di bawah Fire Board. tepat d bawah potongan berbentuk V yang berfungsi sebagai ventilasi dan juga sebagai saluran untuk keluarnya arang ke penampung. 


4. Beri pelumas pada Hand Hold (Socket) dan ujung atas Spindel menggunakan daun atau rumput yang masih hijau dan lumatkan di lubang Hand Hold dengan menggunakan ujung atas Spindel. Ini bertujuan mengurang friksi antara Spindel dengan hand Hold agar Anda semakin ringan menggerakan busur memutar spindel dan banyak menghemat tenaga anda.

5. Pasang Spindel yang sudah terikat pada tali busur ke atas Fire Board kemudian pasang Hand Hold di atasnya. Tangan kiri memegang Hand Fold (Jika left handed (kidal), maka tangan kanan yang memegang hand hold). Tangan kanan memegang Bow. Kaki kiri menginjak Fire Board agar tidak bergerak saat digesek. Perhatikan posisi kaki yang benar. Tangan yang memegang hand Hold diletakkan di luar lutut di depan tulang kering agar posisi pegangan dan hanhold stabil. 


6. Inilah posisi yang benar. Lutut kanan berada satu garis dengan posisi kaki kiri agar tidak menghalangi gerakan tangan kanan mengayun busur. Bagi yang left handed / kidal, maka sebaliknya.

7. Setelah serbuk arang yang jatuh ke penampung membara ditandai dengan keluarnya asap dari tumpukan serbuk arang yang ada di penampung. Hentikan proses drilling dan ambilah penampungnya.

8. Kemudian tiup perlahan bara yang ada diantar serbuk arang di dalam penampung agar semakin besar nyalanya.

9. Ini adalah tinder yang terbuat dari serat Oakum yang sudah saya bentuk seperti sarang burung dan untuk mempercepat pembakaran saya tambahkan kelupasan pelepah pohon pisang yang sudah kering yang saya cabik cabik lalu saya gosok diantara dua telapak tangan agar menjadi lebih terurai

10. Pindahkan bara dari penampung ke atas tinder

11. Bara sudah berada di atas tinder



12. Kemudian bungkus bara dengan tinder dan ditiup tiup sampai menyala


13. Welcome Fire!

Cara Membuat Api Dengan Teknik Bow & Drill Cara Membuat Api Dengan Teknik Bow & Drill Reviewed by indosurvival on November 21, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar